Jumat, 25 Januari 2013

Lagi-lagi...Selingkuh!

0 komentar



Sudah cukup lama nggak bikin postingan baru.  Sampai kemaren siang, ketika tidurku terganggu dengan bunyi notifikasi ponsel. Mencoba tidur lagi, dengan dalih memanjakan diri di hari libur...ternyata gagal. Akhirnya aku bangun dan membuka pesan yang masuk via whatsapp. Ternyata..dari seorang teman yang sudah cukup lama gak ketemu.  Dan...apa yang aku baca membuat keinginan menulis tidak bisa dibendung  lagi, gak peduli tugas masih numpuk. *baca : EMOSI*


Temanku cerita kalau saat ini suaminya berubah menjadi sosok yang sangat pelit dan pemarah. Padahal dulu aku tahu persis, temanku ini mendapat jatah belanja yang cukup. Suaminya juga tipe pria pendiam dan santun. Gak neko-neko istilahnya. Perubahan ini terjadi sejak sang suami punya hubungan dengan perempuan lain yang notabene adalah bawahannya  di kantor. Perempuan yang sudah berkeluarga dan punya 2 anak balita. Perempuan yang saling berkirim pesan mesra dengan suaminya. Pesan-pesan ala ABG kasmaran. Bahkan masing-masing punya panggilan sayang. Kepada orangtuanya, sang suami menyatakan kalo cinta buat istrinya sudah terkikis. "Dulu waktu masih hidup susah aku dampingi dia. Sekarang, setelah sukses dia tinggalin aku", begitu tulis temanku.
Lantas aku tanya dia, apa rencananya ke depan. Dia bilang, biarpun sakit dan perih dia akan bertahan DEMI ANAK-ANAKNYA ! Karena dia belum mampu mecukupi kebutuhan finansial  mereka.


Robbiiii...Sekali lagi aku harus mendengar kisah tentang ketidaksetiaan. Dalam bulan ini saja ada 2 curhat sejenis. Entah kenapa, tiba-tiba saja tubuhku merinding, darahku serasa memanas dan rasanya pengen marah. Tanpa tau harus marah ke siapa. Sedih, kasian, heran, gak habis pikir...kenapa sih jaman sekarang ini begitu mudahnya orang  berhianat. Kenapa kesetiaan jadi sesuatu yang langka. Atau malah menuju  punah.

Ada yang berpendapat, ketika perselingkuhan terjadi, pasti ada sesuatu yang salah dalam rumah tangga tersebut. Aku termasuk golongan yang gemas dengan pendapat ini. 
OK..taruh kata, memang ada yang salah. Aku pengen tau, apa ada rumah tangga yang tidak pernah melakukan kesalahan? Apa ada suami atau istri yang tidak pernah salah? Suami istri yang tidak punya kekurangan? *Ada sih.... kalo mau cari di surga. Itu juga kalo nanti masuk surga*
Kenapa kesalahan / kekurangan pasangan selalu dijadikan alasan untuk membenarkan penghianatan. "Sudah tidak cocok lagi. Dia tidak bisa mengerti saya", begitu argumennya. 
Ke mana perginya cinta yang dulu menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan. Lupakah mereka dengan masa-masa penuh perjuangan di awal perjalanan rumah tangga.
Kalaupun ada salah dan kurang, kenapa tidak diperbaiki? Atau kalo memang merasa sudah tidak mungkin diperbaiki, kenapa tidak disampaikan saja? Kemudian berpisah secara baik-baik. Setelah itu, terserah...Karena sebagai orang yang bebas, sah-sah saja menjalin hubungan dengan orang yang didambakan. 
Begitu seharusnya sikap seorang pria jantan. Bukannya malah  menjalin hubungan diam-diam karena takut menanggung resiko. Resiko kehilangan karir, materi, dan prestise.

Apapun alasan perselingkuhan, pria atau perempuan....pasti akan meninggalkan rasa sakit buat pasangannya. 
Dan aku amat sangat yakin sekali..bahwa ketika seorang manusia menyakiti manusia lain, kelak dia akan mendapat balasan serupa. Entah dalam bentuk seperti apa. 
Kenapa bisa seyakin itu? Karena aku banyak melihat akhir dari kisah-kisah semacam ini. Pria ataupun perempuan yang pernah meninggalkan pasangannya demi menuruti nafsu mereka. Betapa di masa tuanya mereka sendirian. Banyak yang tanpa harta dan tahta. Menghiba, memohon maaf pada pasangan dan anak-anak yang pernah dicampakkan. 
Kasihan sekali..tapi itu adalah jalan yang telah mereka pilih sendiri. Lubang yang mereka gali sendiri.
Sebaliknya pasangan yang pernah disakiti, banyak juga yang akhirnya menjalani hidup yang damai bersama orang lain. Seseorang yang  mampu menyembuhkan luka hati. Seseorang yang sanggup mencintai dengan tulus.
Allah Maha Melihat...Dia juga Maha Adil. PerhitunganNya tidak pernah salah atau kurang sedikitpun. 
Hadeuh..kenapa aku jadi ikutan emosi gini ...apa karna pengaruh sindrom pramenstruasi yak? Kok denger cerita gini emosiku langsung kesulut. Sampe-sampe si ayah kena imbas. Jadi sasaran amarah yang gak jelas. Sorry  ayah..

Cloudy Friday : Jan, 25th 2013 
Continue reading ...

Sabtu, 05 Januari 2013

Virus Merah Jambu

0 komentar
Saat ini, rasanya semua orang -mulai murid SD sampe nenek-nenek gaul-  tahu apa maksud dari logo di samping ini. Yak, betul..ini adalah logo facebook. Sebuah jejaring sosial yang begitu populer. Tempat di mana kita bisa menyampaikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan. Bisa juga jadi ajang narsis ria buat publish foto terbaru atau menginformasikan posisi kita.  Sarana saling menyapa ataupun menanyakan kabar. Media untuk berdakwah, berbagi inspirasi dan motivasi. Atau buat mencari teman dari masa lalu yang sudah lama sekali putus komunikasi. Malah bisa juga buat gelar dagangan. Emang luar biasa  si facebook ini.

Ngomong-ngomong soal teman dan saling komen dalam status... keliatannya seru dan asyik ya?
Nah, dari yang seru dan asyik inilah tercipta banyak kisah antara facebooker pria dan wanita. 
Ada yang dari sekedar say hello, lanjut ke chatting. Lama-lama muncul rasa nyaman dan suka.
Ada juga yang jaman sekolah dulu  sempat naksir tapi gak kesampaian. Sekarang, lewat facebook dia berani cerita tentang perasaan yang disimpannya . 
Atau yang dulunya sempat punya "hubungan khusus", tapi akhirnya menikah dengan orang lain.
Terselip juga orang-orang yang sedang galau dengan kondisi rumah tangganya, dan mencoba menghibur diri dengan mencari "teman" di dunia maya.

Kisah-kisah di atas tadi, ada yang cukup dengan berakhir di kolom chatting saja. 
Tapiii.. ada juga yang  memilih untuk melanjutkan kisahnya di dunia nyata. Memperjuangkan romantisme yang nampak indah dan menghanyutkan.

Buat yang masih berstatus single sih gak masalah. Eh..bisa jadi masalah juga sih. Sekarang kan banyak anak perempuan yang hilang..dan ternyata kabur sama laki-laki yang dia kenal via facebook. Bahkan sampe rela menyerahkan kehormatan pada lelaki yang gak jelas latar belakangnya. Atau sebaliknya, ada teman adikku -kerja di luar negri- yang saking terpikatnya, sampe berencana menikah dengan perempuan yang dikenal di facebook. Dia ini sampe mengirimkan uang dalam jumlah lumayan buat persiapan pernikahan. Waktu pulang ke Indonesia dan nyari alamat gadis pujaannya, barulah dia sadar kalo sudah...tertipuuuu.

Back to the romantism... 
Trus gimana dengan yang berstatus ganda campuran alias sudah menikah?.. Setali tiga uang. Banyak yang terlena dengan buaian kata-kata indah merayu, dan diam-diam menjalin perasaan. Lupa sama pasangan yang sekian lama menemaninya dalam duka dan... suka(?). Apalagi sekarang kan musimnya, dari facebook berkembang bikin grup, ujung-ujungnya reunian. Reuninya sih bagus...Trus di situ ketemu deh sama teman lama, teman yang pernah ditaksir, atau mantan pacar. Oh...si dia kok tambah menarik ya, keliatan wibawa ya.. 
Paska reuni masih tersisa debar-debar rasa, yang bisa dipupuk via chatting. Akhirnya jadilah CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). Kadang geli juga kalo liat kelakuan para 'pra manula' yang lagi dimabuk cinta semu ini. Gak jelas, apa mereka ini bener-bener serius menjalaninya, atau sekedar intermezzo. Atau malah jadi  pelarian dari kejenuhan yang mereka alami.

Mungkin tadi anda mengernyit heran, kenapa logo facebook yang identik dengan warna biru, di sini menjadi merah jambu. Sengaja..karena facebook ternyata bisa menjadi salah satu  media  untuk menyambung rasa yang bernama cinta. Rasa yang kerap ditampilkan dengan wujud warna merah jambu -entah siapa yang mulai, dan kenapa bukan warna khaki, kesukaan saya-. Kenapa saya menulis ini, saya hanya ingin mengingatkan. Bahwa sekarang ada virus merah jambu yang harus diwaspadai. Tidak seperti virus trojan yang bisa dilumpuhkan dengan program antivirus. Virus merah jambu hanya dapat dilawan dengan kekuatan iman dan hati manusia yang diserangnya.

Kalo begitu, berarti facebook ini bahaya dong?..tentu saja tidak. Facebook sama dengan pisau. Di tangan seorang chef dia bisa menghasilkan masakan yang nikmat. Tapi di tangan yang salah dia bisa jadi alat mutilasi. Hiiii...
Jadi, semuanya kembali pada pilihan masing-masing. Buktinya, saya sering dapat ide, ilmu, motivasi, nasehat, bahkan hiburan dari program karya Mark Zuckerberg ini. So, like this yooo...



Continue reading ...

Jangan Makan Nasi!

0 komentar
Hiruk pikuk liburan sudah berakhir. Waktunya kembali ke aktifitas dan rutinitas. Meski tersisa rasa berat, harus tetap semangat!!.. Kemarin  ingat kalo masih punya pe-er  buat materi tentang Gerakan Pangan Non Beras Dan Tepung. Beberapa waktu lalu perusahaan kami  memang ditunjuk jadi tuan rumah untuk acara sosialisasi program itu. Dan karena organisasi Persatuan Istri Karyawan Petrokimia Gresik punya anggota yang lumayan banyak -sekitar 2500 orang-, nampaknya cukup menggiurkan untuk dijadikan target sasaran sosialisasi. Kami diharapkan bisa memulai program ini di bulan Januari 2013.  
Ketik...ketik...ketik...jadi deh materinya. Dan...saya pikir, ini perlu juga diketahui publik. So, saya akan share sebagian isinya di bawah ini : 


SOSIALISASI
GERAKAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN
PERSATUAN ISTRI KARYAWAN PETROKIMIA GRESIK

Seperti diketahui, mayoritas penduduk Indonesia selama ini banyak mengkonsumsi beras dan tepung terigu sebagai sumber pangan pokok. Hal tersebut mengakibatkan ketergantungan dan kebutuhan yang tinggi pada beras dan gandum. Seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, kebutuhan ini semakin sulit dipenuhi. Bahkan bisa mengancam ketahanan pangan Indonesia. Di sisi lain, sebagai negara agraris kita mempunyai banyak hasil pertanian seperti ubi kayu, jagung, sagu, talas,  dan lainnya, yang bisa dikonsumsi sebagai sumber pangan pokok. Namun hasil pertanian ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, tubuh kita juga membutuhkan asupan aneka gizi dan nutrisi yang meliputi karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lainnya. Tiap sumber pangan pokok memiliki kandungan nutrisi berbeda. Sehingga, untuk melengkapi  kebutuhan nutrisi, diperlukan konsumsi makanan yang beragam. Tentunya hal tersebut tidak akan tercapai apabila hanya mengkonsumsi satu jenis bahan pokok saja.

Menimbang hal-hal tersebut di atas, Pemerintah turun tangan dengan melakukan sosialisasi penganekaragaman pangan, melalui Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Gerakan yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 22 tahun 2009 ini, bertujuan untuk mencapai masyarakat Indonesia yang sehat, aktif, dan produktif, dengan mengkonsumsi  aneka makanan yang Beragam, Bergizi, Berimbang, dan Aman (3BA).

Selanjutnya, pemerintah melalui Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menghimbau, agar masyarakat Indonesia mulai belajar untuk merubah pola pikir dan kebiasaan, bahwa nasi / beras bukanlah satu-satunya makanan pokok. Masih banyak sumber karbohidrat lain yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat tubuh.
Berikut ini adalah beberapa contoh sumber pangan alternatif selain beras dan terigu:

1.    Singkong
Singkong mengandung banyak kalori, berkarbohidrat tinggi, namun memiliki kandungan protein rendah. Kandungan energi yang terdapat dalam 100 gram singkong sebesar 154 kalori. Singkong juga memiliki indeks glikemik rendah serta bebas gluten, sehingga sangat cocok untuk penderita diabetus melitus dan autis. Dibanding singkong putih, singkong yang berwarna kuning memiliki keunggulan kandungan provitamin A yang berfungsi sebagai antioksidan.
Selain dikonsumsi dalam bentuk aslinya, singkong juga dapat diproses menjadi tepung tapioka, tepung cassava, dan tepung mocaf. Atau diolah menjadi beras singkong, thiwul, dan lainnya.
Yang perlu diperhatikan dalam memilih singkong adalah, hindari yang mengandung warna kebiruan/kehitaman. Karena hal itu menunjukkan adanya kandungan asam sianida yang besifat racun bagi manusia.

2.    Jagung
Jagung bisa dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi tepung jagung atau tepung maizena. Energi yang terkandung dalam jagung setara dengan beras. Selain itu jagung mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh seperti gula, minyak, kalium, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1, B6, dan C. Termasuk asam lemak esensial yang penting untuk pertumbuhan, kesehatan kulit, mencegah penyakit jantung dan stroke. Terdapat pula kandungan serat yang penting untuk menurunkan kadar kolesterol.
Namun jagung juga termasuk bahan pangan dengan Indeks  Glikemik sedang, karena memiliki kadar gula yang cukup tinggi.

3.    Sagu
Kandungan energi pada 100gr tepung sagu sebesar 355 kalori. Kadar protein, vitamin dan mineral lebih rendah dibanding makanan pokok lain, sehingga sebaiknya dikonsumsi bersama bahan-bahan lain yang memiliki kandungan gizi yang baik

4.    Kentang
Dibandingkan beras, kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan energi kentang lebih rendah. Namun masih lebih baik daripada komposisi gizi umbi-umbi lainnya. Selain  kaya akan vitamin C dan B1, kentang mengandung berbagai mineral seperti kalsium, fosfor, besi, dan kalium. Sementara kandungan natriumnya sangat rendah, sehingga menguntungkan bagi kesehatan. Khususnya dalam mencegah hipertensi. Kentang juga baik bagi penderita diabetus melitus dan anemia. Energi yang terkandung dalam 100 gram kentang sekitar 80 kalori.

5.    Garut
Umbi garut memiliki tekstur lembut dan mudah dicerna. Itu sebabnya garut dianjurkan untuk dikonsumsi orang yang baru sembuh dari sakit, maupun pengidap autis.
Kadar proteinnya lebih rendah dari beras, namun setara dengan kadar protein yang terkandung dalam sagu, tepung singkong, tepung tapioka, tepung kentang, dan maizena.

6.    Talas
Kandungan karbohidrat pada talas cukup tinggi meskipun tidak sebesar beras dan singkong. Mengkonsumsi talas dapat mengurangi resiko gangguan jantung karena makanan ini tinggi kalium. Selain itu, talas juga meningkatkan kadar basa pada mulut sehingga bisa membuat gigi lebih kuat. Tetapi karena talas mengandung asam oksalat, sebaiknya dihindari oleh penderita gangguan ginjal, gout, atau rematoid arthritis.

Sebagai pembanding, di bawah ini adalah komposisi nutrisi yang terkandung di dalam beras :
Beras atau nasi menjadi makanan unggulan karena mudah didapat dan di olah, rasanya enak dan netral, serta mengenyangkan. Dalam 100 gram nasi terdapat 363 kalori energi, protein, vitamin, mineral, dan kalsium. Namun, nasi memiliki serat yang rendah, serta indeks glikemik yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kandungan gula darah dengan cepat.


Demikian tadi beberapa contoh sumber pangan pokok beserta komposisi nutrisi yang terkandung di dalamnya. Setelah mengetahui bahwa ada banyak pilihan bahan pangan yang bisa memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh, saatnya kita mulai membiasakan diri mengkonsumsi aneka bahan pokok tersebut. Sebagai langkah awal,  gerakan ini bisa dimulai dengan satu hari dalam seminggu, tanpa beras dan terigu. Sebagai pengganti, selama sehari itu, masyarakat bisa mengkonsumsi sumber karbohidrat lain seperti singkong, jagung, kentang, sagu, atau lainnya.

Gimana, tertarik mencoba? Jadi JANGAN MAKAN  NASI!!...sehariii aja dalam seminggu.


Sumber Artikel :
1.    Pangan Nusantara Dan Kearifan Lokal – Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Indonesia
2.    www.tempo.co
4.    pusatmedis.com
5.    Sajian Non Beras – Buklet Majalah Kartini



Continue reading ...
 

Copyright © arie widayanti Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger