Jumat, 25 Januari 2013

Lagi-lagi...Selingkuh!

0 komentar



Sudah cukup lama nggak bikin postingan baru.  Sampai kemaren siang, ketika tidurku terganggu dengan bunyi notifikasi ponsel. Mencoba tidur lagi, dengan dalih memanjakan diri di hari libur...ternyata gagal. Akhirnya aku bangun dan membuka pesan yang masuk via whatsapp. Ternyata..dari seorang teman yang sudah cukup lama gak ketemu.  Dan...apa yang aku baca membuat keinginan menulis tidak bisa dibendung  lagi, gak peduli tugas masih numpuk. *baca : EMOSI*


Temanku cerita kalau saat ini suaminya berubah menjadi sosok yang sangat pelit dan pemarah. Padahal dulu aku tahu persis, temanku ini mendapat jatah belanja yang cukup. Suaminya juga tipe pria pendiam dan santun. Gak neko-neko istilahnya. Perubahan ini terjadi sejak sang suami punya hubungan dengan perempuan lain yang notabene adalah bawahannya  di kantor. Perempuan yang sudah berkeluarga dan punya 2 anak balita. Perempuan yang saling berkirim pesan mesra dengan suaminya. Pesan-pesan ala ABG kasmaran. Bahkan masing-masing punya panggilan sayang. Kepada orangtuanya, sang suami menyatakan kalo cinta buat istrinya sudah terkikis. "Dulu waktu masih hidup susah aku dampingi dia. Sekarang, setelah sukses dia tinggalin aku", begitu tulis temanku.
Lantas aku tanya dia, apa rencananya ke depan. Dia bilang, biarpun sakit dan perih dia akan bertahan DEMI ANAK-ANAKNYA ! Karena dia belum mampu mecukupi kebutuhan finansial  mereka.


Robbiiii...Sekali lagi aku harus mendengar kisah tentang ketidaksetiaan. Dalam bulan ini saja ada 2 curhat sejenis. Entah kenapa, tiba-tiba saja tubuhku merinding, darahku serasa memanas dan rasanya pengen marah. Tanpa tau harus marah ke siapa. Sedih, kasian, heran, gak habis pikir...kenapa sih jaman sekarang ini begitu mudahnya orang  berhianat. Kenapa kesetiaan jadi sesuatu yang langka. Atau malah menuju  punah.

Ada yang berpendapat, ketika perselingkuhan terjadi, pasti ada sesuatu yang salah dalam rumah tangga tersebut. Aku termasuk golongan yang gemas dengan pendapat ini. 
OK..taruh kata, memang ada yang salah. Aku pengen tau, apa ada rumah tangga yang tidak pernah melakukan kesalahan? Apa ada suami atau istri yang tidak pernah salah? Suami istri yang tidak punya kekurangan? *Ada sih.... kalo mau cari di surga. Itu juga kalo nanti masuk surga*
Kenapa kesalahan / kekurangan pasangan selalu dijadikan alasan untuk membenarkan penghianatan. "Sudah tidak cocok lagi. Dia tidak bisa mengerti saya", begitu argumennya. 
Ke mana perginya cinta yang dulu menyatukan mereka dalam ikatan pernikahan. Lupakah mereka dengan masa-masa penuh perjuangan di awal perjalanan rumah tangga.
Kalaupun ada salah dan kurang, kenapa tidak diperbaiki? Atau kalo memang merasa sudah tidak mungkin diperbaiki, kenapa tidak disampaikan saja? Kemudian berpisah secara baik-baik. Setelah itu, terserah...Karena sebagai orang yang bebas, sah-sah saja menjalin hubungan dengan orang yang didambakan. 
Begitu seharusnya sikap seorang pria jantan. Bukannya malah  menjalin hubungan diam-diam karena takut menanggung resiko. Resiko kehilangan karir, materi, dan prestise.

Apapun alasan perselingkuhan, pria atau perempuan....pasti akan meninggalkan rasa sakit buat pasangannya. 
Dan aku amat sangat yakin sekali..bahwa ketika seorang manusia menyakiti manusia lain, kelak dia akan mendapat balasan serupa. Entah dalam bentuk seperti apa. 
Kenapa bisa seyakin itu? Karena aku banyak melihat akhir dari kisah-kisah semacam ini. Pria ataupun perempuan yang pernah meninggalkan pasangannya demi menuruti nafsu mereka. Betapa di masa tuanya mereka sendirian. Banyak yang tanpa harta dan tahta. Menghiba, memohon maaf pada pasangan dan anak-anak yang pernah dicampakkan. 
Kasihan sekali..tapi itu adalah jalan yang telah mereka pilih sendiri. Lubang yang mereka gali sendiri.
Sebaliknya pasangan yang pernah disakiti, banyak juga yang akhirnya menjalani hidup yang damai bersama orang lain. Seseorang yang  mampu menyembuhkan luka hati. Seseorang yang sanggup mencintai dengan tulus.
Allah Maha Melihat...Dia juga Maha Adil. PerhitunganNya tidak pernah salah atau kurang sedikitpun. 
Hadeuh..kenapa aku jadi ikutan emosi gini ...apa karna pengaruh sindrom pramenstruasi yak? Kok denger cerita gini emosiku langsung kesulut. Sampe-sampe si ayah kena imbas. Jadi sasaran amarah yang gak jelas. Sorry  ayah..

Cloudy Friday : Jan, 25th 2013 
Continue reading ...

Sabtu, 05 Januari 2013

Virus Merah Jambu

0 komentar
Saat ini, rasanya semua orang -mulai murid SD sampe nenek-nenek gaul-  tahu apa maksud dari logo di samping ini. Yak, betul..ini adalah logo facebook. Sebuah jejaring sosial yang begitu populer. Tempat di mana kita bisa menyampaikan apa yang ada dalam pikiran dan perasaan. Bisa juga jadi ajang narsis ria buat publish foto terbaru atau menginformasikan posisi kita.  Sarana saling menyapa ataupun menanyakan kabar. Media untuk berdakwah, berbagi inspirasi dan motivasi. Atau buat mencari teman dari masa lalu yang sudah lama sekali putus komunikasi. Malah bisa juga buat gelar dagangan. Emang luar biasa  si facebook ini.

Ngomong-ngomong soal teman dan saling komen dalam status... keliatannya seru dan asyik ya?
Nah, dari yang seru dan asyik inilah tercipta banyak kisah antara facebooker pria dan wanita. 
Ada yang dari sekedar say hello, lanjut ke chatting. Lama-lama muncul rasa nyaman dan suka.
Ada juga yang jaman sekolah dulu  sempat naksir tapi gak kesampaian. Sekarang, lewat facebook dia berani cerita tentang perasaan yang disimpannya . 
Atau yang dulunya sempat punya "hubungan khusus", tapi akhirnya menikah dengan orang lain.
Terselip juga orang-orang yang sedang galau dengan kondisi rumah tangganya, dan mencoba menghibur diri dengan mencari "teman" di dunia maya.

Kisah-kisah di atas tadi, ada yang cukup dengan berakhir di kolom chatting saja. 
Tapiii.. ada juga yang  memilih untuk melanjutkan kisahnya di dunia nyata. Memperjuangkan romantisme yang nampak indah dan menghanyutkan.

Buat yang masih berstatus single sih gak masalah. Eh..bisa jadi masalah juga sih. Sekarang kan banyak anak perempuan yang hilang..dan ternyata kabur sama laki-laki yang dia kenal via facebook. Bahkan sampe rela menyerahkan kehormatan pada lelaki yang gak jelas latar belakangnya. Atau sebaliknya, ada teman adikku -kerja di luar negri- yang saking terpikatnya, sampe berencana menikah dengan perempuan yang dikenal di facebook. Dia ini sampe mengirimkan uang dalam jumlah lumayan buat persiapan pernikahan. Waktu pulang ke Indonesia dan nyari alamat gadis pujaannya, barulah dia sadar kalo sudah...tertipuuuu.

Back to the romantism... 
Trus gimana dengan yang berstatus ganda campuran alias sudah menikah?.. Setali tiga uang. Banyak yang terlena dengan buaian kata-kata indah merayu, dan diam-diam menjalin perasaan. Lupa sama pasangan yang sekian lama menemaninya dalam duka dan... suka(?). Apalagi sekarang kan musimnya, dari facebook berkembang bikin grup, ujung-ujungnya reunian. Reuninya sih bagus...Trus di situ ketemu deh sama teman lama, teman yang pernah ditaksir, atau mantan pacar. Oh...si dia kok tambah menarik ya, keliatan wibawa ya.. 
Paska reuni masih tersisa debar-debar rasa, yang bisa dipupuk via chatting. Akhirnya jadilah CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali). Kadang geli juga kalo liat kelakuan para 'pra manula' yang lagi dimabuk cinta semu ini. Gak jelas, apa mereka ini bener-bener serius menjalaninya, atau sekedar intermezzo. Atau malah jadi  pelarian dari kejenuhan yang mereka alami.

Mungkin tadi anda mengernyit heran, kenapa logo facebook yang identik dengan warna biru, di sini menjadi merah jambu. Sengaja..karena facebook ternyata bisa menjadi salah satu  media  untuk menyambung rasa yang bernama cinta. Rasa yang kerap ditampilkan dengan wujud warna merah jambu -entah siapa yang mulai, dan kenapa bukan warna khaki, kesukaan saya-. Kenapa saya menulis ini, saya hanya ingin mengingatkan. Bahwa sekarang ada virus merah jambu yang harus diwaspadai. Tidak seperti virus trojan yang bisa dilumpuhkan dengan program antivirus. Virus merah jambu hanya dapat dilawan dengan kekuatan iman dan hati manusia yang diserangnya.

Kalo begitu, berarti facebook ini bahaya dong?..tentu saja tidak. Facebook sama dengan pisau. Di tangan seorang chef dia bisa menghasilkan masakan yang nikmat. Tapi di tangan yang salah dia bisa jadi alat mutilasi. Hiiii...
Jadi, semuanya kembali pada pilihan masing-masing. Buktinya, saya sering dapat ide, ilmu, motivasi, nasehat, bahkan hiburan dari program karya Mark Zuckerberg ini. So, like this yooo...



Continue reading ...

Jangan Makan Nasi!

0 komentar
Hiruk pikuk liburan sudah berakhir. Waktunya kembali ke aktifitas dan rutinitas. Meski tersisa rasa berat, harus tetap semangat!!.. Kemarin  ingat kalo masih punya pe-er  buat materi tentang Gerakan Pangan Non Beras Dan Tepung. Beberapa waktu lalu perusahaan kami  memang ditunjuk jadi tuan rumah untuk acara sosialisasi program itu. Dan karena organisasi Persatuan Istri Karyawan Petrokimia Gresik punya anggota yang lumayan banyak -sekitar 2500 orang-, nampaknya cukup menggiurkan untuk dijadikan target sasaran sosialisasi. Kami diharapkan bisa memulai program ini di bulan Januari 2013.  
Ketik...ketik...ketik...jadi deh materinya. Dan...saya pikir, ini perlu juga diketahui publik. So, saya akan share sebagian isinya di bawah ini : 


SOSIALISASI
GERAKAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN
PERSATUAN ISTRI KARYAWAN PETROKIMIA GRESIK

Seperti diketahui, mayoritas penduduk Indonesia selama ini banyak mengkonsumsi beras dan tepung terigu sebagai sumber pangan pokok. Hal tersebut mengakibatkan ketergantungan dan kebutuhan yang tinggi pada beras dan gandum. Seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, kebutuhan ini semakin sulit dipenuhi. Bahkan bisa mengancam ketahanan pangan Indonesia. Di sisi lain, sebagai negara agraris kita mempunyai banyak hasil pertanian seperti ubi kayu, jagung, sagu, talas,  dan lainnya, yang bisa dikonsumsi sebagai sumber pangan pokok. Namun hasil pertanian ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, tubuh kita juga membutuhkan asupan aneka gizi dan nutrisi yang meliputi karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lainnya. Tiap sumber pangan pokok memiliki kandungan nutrisi berbeda. Sehingga, untuk melengkapi  kebutuhan nutrisi, diperlukan konsumsi makanan yang beragam. Tentunya hal tersebut tidak akan tercapai apabila hanya mengkonsumsi satu jenis bahan pokok saja.

Menimbang hal-hal tersebut di atas, Pemerintah turun tangan dengan melakukan sosialisasi penganekaragaman pangan, melalui Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Gerakan yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 22 tahun 2009 ini, bertujuan untuk mencapai masyarakat Indonesia yang sehat, aktif, dan produktif, dengan mengkonsumsi  aneka makanan yang Beragam, Bergizi, Berimbang, dan Aman (3BA).

Selanjutnya, pemerintah melalui Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menghimbau, agar masyarakat Indonesia mulai belajar untuk merubah pola pikir dan kebiasaan, bahwa nasi / beras bukanlah satu-satunya makanan pokok. Masih banyak sumber karbohidrat lain yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat tubuh.
Berikut ini adalah beberapa contoh sumber pangan alternatif selain beras dan terigu:

1.    Singkong
Singkong mengandung banyak kalori, berkarbohidrat tinggi, namun memiliki kandungan protein rendah. Kandungan energi yang terdapat dalam 100 gram singkong sebesar 154 kalori. Singkong juga memiliki indeks glikemik rendah serta bebas gluten, sehingga sangat cocok untuk penderita diabetus melitus dan autis. Dibanding singkong putih, singkong yang berwarna kuning memiliki keunggulan kandungan provitamin A yang berfungsi sebagai antioksidan.
Selain dikonsumsi dalam bentuk aslinya, singkong juga dapat diproses menjadi tepung tapioka, tepung cassava, dan tepung mocaf. Atau diolah menjadi beras singkong, thiwul, dan lainnya.
Yang perlu diperhatikan dalam memilih singkong adalah, hindari yang mengandung warna kebiruan/kehitaman. Karena hal itu menunjukkan adanya kandungan asam sianida yang besifat racun bagi manusia.

2.    Jagung
Jagung bisa dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi tepung jagung atau tepung maizena. Energi yang terkandung dalam jagung setara dengan beras. Selain itu jagung mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh seperti gula, minyak, kalium, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1, B6, dan C. Termasuk asam lemak esensial yang penting untuk pertumbuhan, kesehatan kulit, mencegah penyakit jantung dan stroke. Terdapat pula kandungan serat yang penting untuk menurunkan kadar kolesterol.
Namun jagung juga termasuk bahan pangan dengan Indeks  Glikemik sedang, karena memiliki kadar gula yang cukup tinggi.

3.    Sagu
Kandungan energi pada 100gr tepung sagu sebesar 355 kalori. Kadar protein, vitamin dan mineral lebih rendah dibanding makanan pokok lain, sehingga sebaiknya dikonsumsi bersama bahan-bahan lain yang memiliki kandungan gizi yang baik

4.    Kentang
Dibandingkan beras, kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan energi kentang lebih rendah. Namun masih lebih baik daripada komposisi gizi umbi-umbi lainnya. Selain  kaya akan vitamin C dan B1, kentang mengandung berbagai mineral seperti kalsium, fosfor, besi, dan kalium. Sementara kandungan natriumnya sangat rendah, sehingga menguntungkan bagi kesehatan. Khususnya dalam mencegah hipertensi. Kentang juga baik bagi penderita diabetus melitus dan anemia. Energi yang terkandung dalam 100 gram kentang sekitar 80 kalori.

5.    Garut
Umbi garut memiliki tekstur lembut dan mudah dicerna. Itu sebabnya garut dianjurkan untuk dikonsumsi orang yang baru sembuh dari sakit, maupun pengidap autis.
Kadar proteinnya lebih rendah dari beras, namun setara dengan kadar protein yang terkandung dalam sagu, tepung singkong, tepung tapioka, tepung kentang, dan maizena.

6.    Talas
Kandungan karbohidrat pada talas cukup tinggi meskipun tidak sebesar beras dan singkong. Mengkonsumsi talas dapat mengurangi resiko gangguan jantung karena makanan ini tinggi kalium. Selain itu, talas juga meningkatkan kadar basa pada mulut sehingga bisa membuat gigi lebih kuat. Tetapi karena talas mengandung asam oksalat, sebaiknya dihindari oleh penderita gangguan ginjal, gout, atau rematoid arthritis.

Sebagai pembanding, di bawah ini adalah komposisi nutrisi yang terkandung di dalam beras :
Beras atau nasi menjadi makanan unggulan karena mudah didapat dan di olah, rasanya enak dan netral, serta mengenyangkan. Dalam 100 gram nasi terdapat 363 kalori energi, protein, vitamin, mineral, dan kalsium. Namun, nasi memiliki serat yang rendah, serta indeks glikemik yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kandungan gula darah dengan cepat.


Demikian tadi beberapa contoh sumber pangan pokok beserta komposisi nutrisi yang terkandung di dalamnya. Setelah mengetahui bahwa ada banyak pilihan bahan pangan yang bisa memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh, saatnya kita mulai membiasakan diri mengkonsumsi aneka bahan pokok tersebut. Sebagai langkah awal,  gerakan ini bisa dimulai dengan satu hari dalam seminggu, tanpa beras dan terigu. Sebagai pengganti, selama sehari itu, masyarakat bisa mengkonsumsi sumber karbohidrat lain seperti singkong, jagung, kentang, sagu, atau lainnya.

Gimana, tertarik mencoba? Jadi JANGAN MAKAN  NASI!!...sehariii aja dalam seminggu.


Sumber Artikel :
1.    Pangan Nusantara Dan Kearifan Lokal – Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Indonesia
2.    www.tempo.co
4.    pusatmedis.com
5.    Sajian Non Beras – Buklet Majalah Kartini



Continue reading ...

Minggu, 16 Desember 2012

Menikmati Masalah

0 komentar
Topik ini sengaja aku tulis buat temanku yang lagi galau. Gundah karena menghadapi masalah. Biasanya dalam kondisi kayak gini, seseorang cenderung merasa bahwa masalahnya adalah yang paling berat dibandingkan orang lain. Betulkah begitu ?

Mari kita analisa..
Bayi yang baru dilahirkan, menghadapi masalah bagaimana harus minum, kesakitan saat tumbuh gigi. Lebih besar lagi, dia harus belajar jalan. Berkali-kali jatuh, kadang sampai memar dan luka.
Tiba masa sekolah, dia dihadapkan pada segala macam teori dan rumus. Belum lagi harus  beradaptasi biar diterima lingkungannya. 
Lulus kuliah, pusing cari kerjaan. Dapat kerjaan, bingung lagi urusan pendamping hidup. Setelah dapet pasangan, menikah, punya anak, bla..bla...bla....pusing ini dan pusing itu.

So, what do you think?...
Yupz..Ternyata masalah datang pada siapa aja. Tanpa pandang usia, ras, agama, profesi, jumlah harta, atau apapun. kita semua senasib..sama-sama terbelit masalah. Bentuknya aja yang beda. Masalah keluarga satu, tidak akan sama dengan keluarga lainnya. Ada keluarga yang bermasalah di sisi finansial. Keluarga lain berlimpah materi, tapi dirundung penyakit. Yang lain lagi, keharmonisan rumah tangganya yang diuji. Atau anak-anaknya yang bermasalah. Nanti, selesai masalah satu, datang lagi masalah lain.
You see..sama kan? 

Nah sekarang..kalo sudah sadar bahwa masalah itu nempel pada tiap orang, seumur hidup pula*...Mesti gimana donggg..
Gak ada cara lain...kita harus MENIKMATI masalah itu. 
Menikmati?..Maksudnya?
Yaa..berdamai dan kendalikan... Jangan sampai kita yang dikendalikan . Atau yang lebih parah..diperbudak masalah...Gimana caranya?..
Let me share an experience..
Dulu..aku juga termasuk orang yang gampang panik dan stress. Kalo udah gitu, pasti maag kambuh dan sariawanpun bakal datang rombongan. Biasanya ayah akan  ketawa lihat manajemen stressku yang amburadul ini. Why?..Karna, (kalo ada arloji yang water resistant) suamiku ini tipe  stress resistant. Dalam tekanan tinggi, dia tetep cool..aja. Kualitas tidurpun gak terpengaruh. Beda banget sama aku yang langganan insomnia. Lama-lama aku ngiri juga.. dan tertarik buat nyontek gayanya.

Kalo aku amati, dia ini punya kadar keyakinan yang tinggi pada kebesaran dan kasih sayang Sang Rahman. Dia haqqul yakin bahwa tiap masalah pasti akan ada jalan keluarnya, bahwa kami akan mampu melaluinya. Dan kami akan baik-baik saja. Jadi, kenapa mesti diratapi. Yang selalu dia katakan adalah,"Bismillah, kita pasti bisa. Lihat aja nanti" (plus senyum dan peluk hehe..i like it).  Dan diapun  menjalani hari dengan ceria, kayak gak ada masalah gitu. Ajaibnya..kami memang selalu dapat jalan keluar. Biasanya saat putus asa mulai menyerangku. Saat di mana aku mulai sulit menyembunyikan mata yang merah dan bengkak .(Buat yang kenal aku, jangan ketawa ya. Hihi..aku juga bisa nangis kok).

Seiring waktu berjalan, akupun paham. Bahwa ternyata Allah sudah memilih skenario hidup terbaik buatku. Bahwa semua sudah diatur sedemikian rupa, tepat pada saatnya. Dalam kesulitan pasti Dia sertakan jalan keluarnya. Atau bisa jadi kesulitan ini sengaja Dia berikan, biar aku selalu ingat padaNya. Dan dalam sesuatu yang aku anggap kegagalan, selalu ada hikmah dan ganti yang lebih baik. Baik sesuai standarNya. Allah juga selalu memberi apa yang aku butuhkan, meskipun aku tidak selalu mendapat apa yang aku inginkan. Terus kenapa aku harus cemas ?

So, here I am... mulai bisa menikmati masalah , like my hubby did.
Sekarang aku punya mantra andalan "HasbunalLah wa ni'mal Wakil. Ni'mal Maula wa ni'man Nashir". Buat Allah, gak ada yang sulit ato mustahil kok.
Selanjutnya.. aku akan menertawakan masalahku.. seperti sepenggal syair lagu Jawa "ayo ngguyu...hahaha". Kemudian menjalani hari seperti biasa...menunggu jalan keluar dariNya (eh, tapi sambil berusaha lo ya..cuma gak pake nangis lagi). Dan hasilnya..sariawan dan maag pun jarang berkunjung.
Ini caraku..bagaimana cara kamu?
Semoga tulisan ini bisa menginspirasi dan membuatmu tersenyum lagi..


*Bahkan setelah matipun kita masih harus menghadapi urusan kubur dan pertanggungjawaban amal. Ini baru masalah..
Continue reading ...

Sabtu, 15 Desember 2012

Memasak itu... sesuatu banget

0 komentar
Ngomong-ngomong tentang memasak, banyak teman-temanku yang mengernyit heran. Jarang yang percaya kalo aku ini termasuk ibu rumah tangga yang baik dan benar, yang tiap hari memasak. Mereka pikir, aku yang kerjaannya wara wiri dan susah dicari di rumah ini tidak pernah berurusan dengan dapur. Hmm..pendapat yang bisa dimaklumi. Secara.. hari gini kan banyak ibu-ibu yang mengandalkan urusan ini pada  asisten rumah tangga, jasa rantangan, atau warung dan rumah makan yang bertebaran di mana-mana. 
Efan, anakku yang sulung pun dulu pernah nanya,"Ngapain sih ibu mesti masak? Kayak mamanya temen-temen gitu lo. Duduk nonton TV aja, yang masak embaknya". Kurang jelas apa sebabnya dia nanya ini. Karena pusing lihat ibunya yang gak pernah bisa duduk manis, atau lagi ganjen pengen ditemenin nonton TV.
Kenapa ibu mesti masak?... I'll tell you my dear...
Honestly...from the bottom of my heart...ibumu ini gak seberapa suka masuk dapur. Hehe..entahlah...kurang suka aja dengan bau bawang dan asap masakan. Berasa nempel di badan dan rambut. Dan musti mandi plus keramas setelah masak.
Tapi...for some reasons..ibu harus buang jauh-jauh rasa tidak suka itu. Karena ibu sangat menyayangi ayah dan anak-anak ibu. Apa hubungannya?
Gini, kalo ibu yang masak:

  • Ibu pasti akan pilih bahan-bahan yang baik dan segar. Yang paling penting harus HALAL. Ibu akan pelototin kemasan mentega, saus, pengembang kue, terigu, kaldu, sampai sosis dengan cermat. Apalagi yang import. Jangan-jangan mengandung ingredient hewani . Produk daging sapi, ayam, dan kambing lokal pun mesti hati-hati juga. Karena tidak semuanya disembelih dengan baik. Ingat, yang dilarang buat muslim bukan cuma babi. Binatang yang disembelih tanpa menyebut nama Allah juga termasuk (ini yang orang sering lupa).
  • Untuk proses memasak...kebersihan harus dijaga. Trus kandungan gizinya jangan sampai hilang. Pastinya ibu tidak akan menambahkan bahan-bahan yang berbahaya buat kesehatan.
  • Komposisi menu..ibu berusaha atur biar  bisa maksimal dan seimbang. Biar kebutuhan karbo, protein, lemak, vitamin, dkk terpenuhi. Juga mesti ngakalin gimana caranya meminimalisir minyak dan santan (ini penting banget buat ayah yang kolesterolnya tinggi). O ya, sebenernya masalah menu ini yang paling bikin ibu pusing tujuh keliling. Cari 1 masakan yang semuanya doyan..susah banget. Soalnya, selera kita berlima tidak sama. 
  • Satu lagi yang penting, ibu biasa tambahkan untaian do'a pada masakan ibu. Yang paling sering, adalah do'a agar makanan yang ibu masak bisa jadi sumber kekuatan dan kesehatan..untuk melakukan segala sesuatu yang mendekatkan diri pada Allah. Do'a agar siapapun yang menikmatinya akan selalu dalam penjagaan Allah.
Itulah alasan mengapa ibu memasak. Kalo keseringan beli, kok perasaan ibu ini dzolim sama keluarga. Karena ibu tidak tahu apa saja yang ada dalam makanan itu, terus prosesnya bagaimana.
Ibu tahu buat lidah anak-anak, emang lebih nendang makan mie instan, bakso, dkk ketimbang masakan rumah yang minus MSG. Tapi, atas nama kesehatan..maafkan kalo ibu jadi pelit. Makan di luarnya hari Minggu aja ya.. Karena pada hari itu, dapur kita tutup. Sama kayak kantor lainnya.
Buat teman-teman sejawat (ibu rumah tangga maksudnya), aku pernah baca di sebuah majalah (lupa apa namanya). Intinya begini,"saat kita menjadi dewasa dan keluar dari rumah ortu. salah satu hal yang sering kita rindukan dan membuat kita ingin pulang adalah masakan ibu. So, masakan kita yang mana...yang kelak akan dirindukan anak-anak kita".
Waduh...jadi mikir...

Gresik,15/12/12
Continue reading ...

Rabu, 12 Desember 2012

Perbedaan Pria dan Wanita

0 komentar
Tempo hari, aku menjenguk seorang tetangga yang sedang sakit bersama beberapa ibu di lingkungan rumah. Seperti biasa, obrolan kami mengalir. Dari mulai menanyakan kabar tentang sakitnya..sampai berkomentar tentang rumah si sakit yang terlihat berantakan. Tidak serapi biasanya. Tercetus kalimat, "Ya gini ini kalo perempuan sakit. Pasti rumah gak keurus. Laki-laki mah cuek aja". Topik pun berkembang semakin panas.
Sampai akhirnya aku bercerita tentang perbedaan karakter antara pria dan perempuan.
Aku bilang kalo :

  • Pria dan perempuan itu memang diciptakan beda sesuai fungsi yang mesti diemban masing-masing.
  • Pria hanya bisa fokus pada satu hal, sementara kita dalam satu waktu bisa masak sambil ngobrol di ponsel..masih sambil ngintip acara TV. Ini yang bikin kita gondok kalo suami gak merespon omongan kita pas dia lagi asyik baca koran. Kesannya dia tuh nyepelein banget..padahal memang sebenernya dia tidak mendengar.
  • Pria sering ketangkap basah sedang memandang perempuan lain. Taukah anda..itu karena sudut pandang pria sangat sempit. Ketika memandang , kepala mereka memang harus mengikuti obyeknya. Beda dengan kita. Jangkauan pandangan kita sampai 180 derajad. Dan sebenarnya.. frekwensi perempuan memandang pria, sama saja dengan pria yang memandang perempuan. Hayo ngakuu..
  • Perempuan jarang berterus terang. Dengan kata-kata kiasan, berharap pria tahu apa yang diinginkannya. Padahal pria bukanlah seorang paranormal. Mereka tidak suka menebak-nebak. Mereka hanya menangkap informasi berdasarkan kalimat yang diucapkan, bukan pesan tersembunyi di dalamnya.
  • Perempuan menyelesaikan masalah, emosi, dan rasa lelah dengan bicara. Sekedar curhat..solusi tidak penting. Sedang buat pria , berbicara adalah sarana untuk aktualisasi dan mencari solusi. Hasilnya, ketika seorang istri mengeluh capek tentang pekerjaan rumah yang tak ada habisnya, biasanya suami akan berkomentar,"ya udah, kalo capek istirahat dulu aja". Dan, sang istri akan semakin cemberut. Tahukah para pria, bahwa sebenarnya yang dibutuhkan perempuan hanyalah empati bukan solusi. Pelukan lembut diiringi ucapan, "capek ya?.." akan lebih manjur bagi perempuan.
  • Otak pria seperti wafel. Terkotak-kotak. Jadi kalo sedang ngomongin tentang mobil misalnya, mereka akan fokus di topik itu. Kalo perempuan...dari topik awal tentang anak, bisa loncat ke mode busana, ke gosip artis. Panjang...(teman-temanku di grup FB Finery pasti setuju dengan teori ini).
Bla..bla..bla, obrolan kami semakin seru. Sampai akhirnya semua terdiam..."Adzan Maghrib!!!  bubaaarr...". 
Diiringi celetukan,"Topiknya dilanjutin di arisan ya..", kami pun pulang ke rumah masing-masing.
Besoknya, tetanggaku telpon," Teorinya bener lo. Sudah aku buktikan".
Hehehe.. sebenernya masih banyak perbedaan karakter antara pria dan perempuan. Perbedaan inilah yang sering banget jadi sumber masalah, terutama dalam rumah tangga. Aku berharap, setelah mendengar ocehanku, semoga tetangga-tetangga jadi maklum. Bahwa ketika suaminya tidak merespon sesuatu seperti yang diharapkannya, bukan berarti suaminya tidak cinta lagi. Tapi semata-mata karena sudut pandang  dan karakter yang berbeda. So, tidak ada lagi kamus gondok, sakit hati, perasaan dicuekin, dkk.
Oh...betapa damainya...



Continue reading ...

Senin, 10 Desember 2012

Daging bumbu kemiri

0 komentar
Bingung mikirin menu buat makan malam... 
Clueless...masuk dapur, potong2 daging..
Daaann...akhirnya jadilah masakan ala ngaco  ini. Alhamdulillah ludes ....
Ini nih resepnya..


Bahan:
350gr daging sapi (aku pake lulur dalam). potong tipis melawan serat
2 btr kentang, potong melintang
1/2 sdt merica bubuk
2 sdm kecap manis
1 sdt saos tiram
1 ruas lengkuas, geprek
3 lbr daun salam
500 ml air
Gula dan garam secukupnya

Bumbu dihaluskan:
2 siung bawang putih
5 siung bawang merah
1/2 sdt ketumbar
5 btr kemiri

Cara memasak:
  • Tumis daging (tanpa minyak) sampai berubah warna.
  • Masukkan bumbu halus dan bumbu lain.
  • Tambahkan kentang dan air.
  • Masak sampai daging empuk dan air tinggal sedikit.
  • Koreksi rasanya, lebih enak kalo sedikit manis.
  • Matikan kompor dan sajikan.

Continue reading ...

Minggu, 09 Desember 2012

You and I...

0 komentar



You and I..
We are totally different
different character
different way to communicate
different idea
different book to read
different food to eat
so many differences
but, I find that..
by all these things
you complite my life

You are...
the shoulder to cry on
the ear to my chats
the sound to my words
the toe to my steps
the one to rely on

You and I..
two different creatures
living in a single  soul

Together...
we face the world
in happiness and sorrow
through thousand tears and laughters


*a note to someone i miss 

Continue reading ...

Jumat, 07 Desember 2012

PEREMPUAN VERSUS BELANJA

0 komentar
Ada yang bilang kalau perempuan dan belanja bagaikan 2 sisi mata uang yang tak terpisahkan. Tak percaya dan mau bukti? Tengok aja..dari mulai pasar tradisional, pasar kaget, bazaar, sampai mall, mayoritas pengunjungnya emang perempuan. Apalagi kalau tiba musim diskon. Bisa dipastikan perempuan akan sangat cepat tanggap dan merespon momen sakral ini. Kalau ditanya mengapa sampai segitunya?...saya sendiri yang notabene perempuan juga tidak tahu jawabannya. 
Nah, karakter inilah yang nampaknya disadari betul oleh pelaku industri. Maka, berlomba-lombalah mereka memproduksi berbagai jenis benda yang sangat menggoda kaum perempuan. Iklan produk fashion, kecantikan, sampe peralatan rumah tangga dibuat sedemikian rupa hingga meruntuhkan mata dan iman. Apalagi kalau ada embel-embel "SALE"..duh, rasanya jadi lupa kalo sebenernya dompet sudah tipis.
Untuk memastikan bahwa mereka akan selalu bisa berproduksi dan melakukan penjualan, jagat industri sangat kreatif. Mereka ciptakan trend. Dan atas nama trend, perempuan akan selalu membeli apa yang ditawarkan. Satu contoh..model celana. Sebelum ini yang sedang booming adalah celana model bootcut. Maka ketika hampir semua perempuan sudah punya celana jenis ini, diciptakanlah trend celana pensil yang ngepas badan itu. Hasilnya, bisa dipastikan..perempuan akan berburu trend baru ini. Dan lihat saja, celana pensil ada di mana-mana. setelah ini, pasti akan ada lagi model baru yang diciptakan. Ini baru soal celana. Belum lagi perkara model tas, baju, aksesoris..sampe jilbab. Begitupun masalah ponsel. Asal ada model baru dan mahal selalu diburu. Gak penting meskipun akhirnya cuma bisa mengoperasikan sms dan telpon aja (apa bedanya sama ponsel minimalis yak?..). Ujung-ujungnya perempuan sekali lagi, lagi, dan lagi...akan keluar uang demi memenuhi hasrat mempunyai barang model terbaru. Kalo enggak, takut ntar dibilang gak gaul, gak keren, jadul. 
Halooo para perempuan..sadarkah kalo kita ini sedang jadi target korban industri komersil. Sadarkah kalo kita ini mengejar sesuatu yang gak ada ujungnya. Sadarkah klo manajemen keuangan kita sering kacau balau gara-gara urusan belanja belanji ini?..
Sebenernya, mungkin aja kita pada sadar. Tapi ngerem hasrat belanja itu lumayan sussyaah..
Di bawah ini ada beberapa tip, yang mungkin bisa membantu pas hasrat belanja lagi  membara :

  1. Buat anggaran bulanan. Tetapkan anggaran untuk masing-masing keperluan. Misalnya anggaran pendidikan, fashion, rekreasi, dll. 
  2. Kalo mau belanja, buat catatan kebutuhan. Dan patuhi itu.
  3. Bawa uang secukupnya. Sebisa mungkin jangan gunakan kredit card. Karena setelah kena pajak, administrasi, dll..jatuhnya akan lebih mahal ketimbang beli cash.
  4. Manfaatkan momen sale. Lumayan kan..bisa lebih hemat.Tapi hati-hati, kadang ada toko yang bilang "SALE" padahal harganya sudah dinaikin dulu. 
  5. Kalo sudah mulai bernafsu pengen beli..pikir matang-matang. Itu barang mau dipake kapan, seberapa pentingkah fungsinya, atau cuma akan memenuhi lemari aja.
  6. Timbanglah, apakah barang yang mau dibeli itu satu kebutuhan atau keinginan. Karena keinginan tidak akan pernah habis.
  7. Untuk barang fashion (baju, sepatu, dsb), pilih yang bisa dipadu padankan. Biar kesannya punya baju banyak.
  8. Ingat..bahwa di luar sana ada banyak orang yang sangat kelaparan, gak bisa bayar sekolah anaknya. Sementara kita mengeluarkan sejumlah uang atas nama trend. Bayangkan bahwa uang itu bisa jadi cukup untuk makan sebuah keluarga selama beberapa hari..atau malah bulan.
Buat para pemilik toko..maap-maap saya bikin tips ini. Tapi jangan khawatir, masih akan tetap ada banyak perempuan yang tidak peduli dengan segala teori dan tips. Buktinya...liat aja poto di bawah ini..


Foto ini diambil di Stasiun Gubeng Surabaya, sepulang saya (duduk..yang pake kerudung lo ya, bukan bayi imut di belakang itu) dan teman-teman dari Yogya. Lihatlah..betapa banyak tas batik, kardus, dan tas plastik di sekitar kami. Itu berisi barang belanjaan yang tidak muat di koper. Kalo istilah kami "kopernya beranak". Cuma koper saya yang anaknya sedikit. Hanya satu kantong plastik isi makanan. Karena saya smart dan mempraktekkan tips di atas? .. bisa jadi.. Tapi yang jelas, ketika berangkat saya bawa koper dengan isi bawaan hanya separuhnya. Hehehe..

Gresik, 09/12/12
Continue reading ...

Rabu, 05 Desember 2012

AYO BELAJAR

0 komentar
Semester awal tahun ini, aku ikutan kursus pengembangan diri di sebuah institusi yang  sangat terkenal itu. Skala internasional gitu deh. Cukup seru, meskipun aku jd siswa ter"dewasa" di kelas. secara teman-teman aku rata-rata anak kuliahan or university graduated yang lagi prepare buat cari kerja. (ada juga sih yg dah kerja, tapi masih muda2 gitu. Tapi, biarpun paling tuwir, urusan semangat..wo...juara. 
Nah, pertanyaan yang paling sering muncul adalah....Setiap sesi kami biasanya diminta untuk memperkenalkan nama dan aktifitas kami. Of course dengan mantab aku menyebutkan "ibu rumah tangga" sebagai aktifitas utama. Di situlah orang mulai mengernyitkan dahi. Ibu rumah tangga???...Ngapain juga musti capek2 belajar tentang business etiquette, protokoler, personal growth, etc. Buat apa gitu?? Pantesnya kan ikutan kursus masak apa  jahit gitu. 

Ini nih yang paling bikin aku gemes. Yang bikin aku pengen tereak sekenceng-kencengnya biar seluruh dunia denger. Hallooww...kok kayaknya ibu RT itu sesuatu yang tidak membanggakan sama sekali. Sampe2, biasanya para ibu bilang, "cuma ibu rumah tangga kok.."(senyum malu2 mode on), ketika ditanya apa kegiatannya. Gile!!..ibu RT dibilang "cuma"..Sekarang aku nanya deh, di seluruh muka planet yang bernama bumi ini adakah universitas yang membuka jurusan IBU RT? (Kalo ada boleh deh bagi info ke aku). Ndak ada sekolahnya lo.. Tapi begitu nyemplung ke dalemnya,seorang perempuan mesti menghadapi banyak sekali persoalan. Karena sebagai manager RT, dia mesti memegang tanggungjawab berbagai urusan. Dari mulai urusan dapur, mengelola keuangan keluarga, mengasuh anak sampai bagaimana menjadi partner buat suami. (Kayak yang di iklan TV, seorang ibu adalah chef, dokter, guru les, etc).Berarti dia kan mesti menguasai ilmu cooking, nutrisi, manajemen keuangan, parenting, psikologi, dan banyak lagi. Karena kalau tidak, bagaimana dia bisa menyajikan masakan yang sehat dan bernutrisi utk keluarganya. Bagaimana dia akan mendidik anak2 dan menjawab pertanyaan2 ajaib mereka yang sering kali di luar jangkauan otak orang dewasa. Bagaimana pula dia bisa mengimbangi pembicaraan suami sekaligus menjadi supporter. Dan masih banyak bagaimana2 yang lain..Sekarang, masihkah ada yang berpikir bahwa untuk jadi ibu RT itu gampang. Kata orang"mengalir sajalah,nanti kan juga pasti bisa". Bisa sih bisa.cm..hasilnya beda kali ya..

Buat aku sih, seorang ibu RT adalah profesi yang sangat LUAR BIASA dan nggak mudah. Jam kerjanya gak jelas, gak ada upah lembur biarpun begadang semalaman nungguin anak sakit. Nggak akan dapat promosi meskipun anak2 tumbuh sehat dan juara kelas. Gak bakal dapet bonus saat menyajikan masakan yang maknyus dan rumah tertata dengan rapih.Yang ada, kalimat "gimana sih ibunya, ngapain aja..?" ketika anak sakit, ato rapornya kebakaran. Dari Senin sampe Senin lagi yang diadepin ya itu2 mulu. Beda banget kan dengan yang kerja kantoran. 

Jadi, menimbang semua hal di atas, menurutku WAJIB hukumnya buat para ibu RT untuk selalu belajar, selalu upgrade kualitas diri. Belajar?..kayak anak sekolahan aja..Hari gene..media buat belajar kan bejibun. Bisa dari buku, belajar ke Prof.Gugel, kalo perlu ikut2 seminar. Biar bisa jadi ibu RT yang profesional. Nggak mau kan kalo suami n anak2 lebih suka jajan ketimbang makan di rumah. Ato anak2 lebih suka ngobrol sm temen2nya gara2 kita dianggap nggak nyambung ama topik mereka. Or yang lebih parah lagi, suami lebih betah di kantor atawa malu ngenalin kita ke relasinya gara2 kita dianggap kuper. No,no,,,jangan sampe kejadian.

So, ayo para ibu..JANGAN BERHENTI BELAJAR..

Oya, mau tau harapanku? Aku pengen jadi istri yang bisa jadi partner,sahabat,dan kekasih suamiku. Aku juga pengen jadi sekolah untuk anak2ku. Tempat pertama yang mereka tuju untuk bertanya dan bercerita.Semoga aku bisa membantu suami dan anak2ku menemukan potensi mereka yang akan menjadikan mereka sebagai manusia2 hebat. Untuk itulah..aku akan terus BELAJAR..





(05/12/2012)

Continue reading ...
 

Copyright © arie widayanti Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger