Sabtu, 05 Januari 2013

Jangan Makan Nasi!

Hiruk pikuk liburan sudah berakhir. Waktunya kembali ke aktifitas dan rutinitas. Meski tersisa rasa berat, harus tetap semangat!!.. Kemarin  ingat kalo masih punya pe-er  buat materi tentang Gerakan Pangan Non Beras Dan Tepung. Beberapa waktu lalu perusahaan kami  memang ditunjuk jadi tuan rumah untuk acara sosialisasi program itu. Dan karena organisasi Persatuan Istri Karyawan Petrokimia Gresik punya anggota yang lumayan banyak -sekitar 2500 orang-, nampaknya cukup menggiurkan untuk dijadikan target sasaran sosialisasi. Kami diharapkan bisa memulai program ini di bulan Januari 2013.  
Ketik...ketik...ketik...jadi deh materinya. Dan...saya pikir, ini perlu juga diketahui publik. So, saya akan share sebagian isinya di bawah ini : 


SOSIALISASI
GERAKAN PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN
PERSATUAN ISTRI KARYAWAN PETROKIMIA GRESIK

Seperti diketahui, mayoritas penduduk Indonesia selama ini banyak mengkonsumsi beras dan tepung terigu sebagai sumber pangan pokok. Hal tersebut mengakibatkan ketergantungan dan kebutuhan yang tinggi pada beras dan gandum. Seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, kebutuhan ini semakin sulit dipenuhi. Bahkan bisa mengancam ketahanan pangan Indonesia. Di sisi lain, sebagai negara agraris kita mempunyai banyak hasil pertanian seperti ubi kayu, jagung, sagu, talas,  dan lainnya, yang bisa dikonsumsi sebagai sumber pangan pokok. Namun hasil pertanian ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, tubuh kita juga membutuhkan asupan aneka gizi dan nutrisi yang meliputi karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lainnya. Tiap sumber pangan pokok memiliki kandungan nutrisi berbeda. Sehingga, untuk melengkapi  kebutuhan nutrisi, diperlukan konsumsi makanan yang beragam. Tentunya hal tersebut tidak akan tercapai apabila hanya mengkonsumsi satu jenis bahan pokok saja.

Menimbang hal-hal tersebut di atas, Pemerintah turun tangan dengan melakukan sosialisasi penganekaragaman pangan, melalui Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Gerakan yang tertuang dalam Peraturan Presiden nomor 22 tahun 2009 ini, bertujuan untuk mencapai masyarakat Indonesia yang sehat, aktif, dan produktif, dengan mengkonsumsi  aneka makanan yang Beragam, Bergizi, Berimbang, dan Aman (3BA).

Selanjutnya, pemerintah melalui Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menghimbau, agar masyarakat Indonesia mulai belajar untuk merubah pola pikir dan kebiasaan, bahwa nasi / beras bukanlah satu-satunya makanan pokok. Masih banyak sumber karbohidrat lain yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat tubuh.
Berikut ini adalah beberapa contoh sumber pangan alternatif selain beras dan terigu:

1.    Singkong
Singkong mengandung banyak kalori, berkarbohidrat tinggi, namun memiliki kandungan protein rendah. Kandungan energi yang terdapat dalam 100 gram singkong sebesar 154 kalori. Singkong juga memiliki indeks glikemik rendah serta bebas gluten, sehingga sangat cocok untuk penderita diabetus melitus dan autis. Dibanding singkong putih, singkong yang berwarna kuning memiliki keunggulan kandungan provitamin A yang berfungsi sebagai antioksidan.
Selain dikonsumsi dalam bentuk aslinya, singkong juga dapat diproses menjadi tepung tapioka, tepung cassava, dan tepung mocaf. Atau diolah menjadi beras singkong, thiwul, dan lainnya.
Yang perlu diperhatikan dalam memilih singkong adalah, hindari yang mengandung warna kebiruan/kehitaman. Karena hal itu menunjukkan adanya kandungan asam sianida yang besifat racun bagi manusia.

2.    Jagung
Jagung bisa dikonsumsi secara langsung maupun diolah menjadi tepung jagung atau tepung maizena. Energi yang terkandung dalam jagung setara dengan beras. Selain itu jagung mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh seperti gula, minyak, kalium, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1, B6, dan C. Termasuk asam lemak esensial yang penting untuk pertumbuhan, kesehatan kulit, mencegah penyakit jantung dan stroke. Terdapat pula kandungan serat yang penting untuk menurunkan kadar kolesterol.
Namun jagung juga termasuk bahan pangan dengan Indeks  Glikemik sedang, karena memiliki kadar gula yang cukup tinggi.

3.    Sagu
Kandungan energi pada 100gr tepung sagu sebesar 355 kalori. Kadar protein, vitamin dan mineral lebih rendah dibanding makanan pokok lain, sehingga sebaiknya dikonsumsi bersama bahan-bahan lain yang memiliki kandungan gizi yang baik

4.    Kentang
Dibandingkan beras, kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan energi kentang lebih rendah. Namun masih lebih baik daripada komposisi gizi umbi-umbi lainnya. Selain  kaya akan vitamin C dan B1, kentang mengandung berbagai mineral seperti kalsium, fosfor, besi, dan kalium. Sementara kandungan natriumnya sangat rendah, sehingga menguntungkan bagi kesehatan. Khususnya dalam mencegah hipertensi. Kentang juga baik bagi penderita diabetus melitus dan anemia. Energi yang terkandung dalam 100 gram kentang sekitar 80 kalori.

5.    Garut
Umbi garut memiliki tekstur lembut dan mudah dicerna. Itu sebabnya garut dianjurkan untuk dikonsumsi orang yang baru sembuh dari sakit, maupun pengidap autis.
Kadar proteinnya lebih rendah dari beras, namun setara dengan kadar protein yang terkandung dalam sagu, tepung singkong, tepung tapioka, tepung kentang, dan maizena.

6.    Talas
Kandungan karbohidrat pada talas cukup tinggi meskipun tidak sebesar beras dan singkong. Mengkonsumsi talas dapat mengurangi resiko gangguan jantung karena makanan ini tinggi kalium. Selain itu, talas juga meningkatkan kadar basa pada mulut sehingga bisa membuat gigi lebih kuat. Tetapi karena talas mengandung asam oksalat, sebaiknya dihindari oleh penderita gangguan ginjal, gout, atau rematoid arthritis.

Sebagai pembanding, di bawah ini adalah komposisi nutrisi yang terkandung di dalam beras :
Beras atau nasi menjadi makanan unggulan karena mudah didapat dan di olah, rasanya enak dan netral, serta mengenyangkan. Dalam 100 gram nasi terdapat 363 kalori energi, protein, vitamin, mineral, dan kalsium. Namun, nasi memiliki serat yang rendah, serta indeks glikemik yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kandungan gula darah dengan cepat.


Demikian tadi beberapa contoh sumber pangan pokok beserta komposisi nutrisi yang terkandung di dalamnya. Setelah mengetahui bahwa ada banyak pilihan bahan pangan yang bisa memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh, saatnya kita mulai membiasakan diri mengkonsumsi aneka bahan pokok tersebut. Sebagai langkah awal,  gerakan ini bisa dimulai dengan satu hari dalam seminggu, tanpa beras dan terigu. Sebagai pengganti, selama sehari itu, masyarakat bisa mengkonsumsi sumber karbohidrat lain seperti singkong, jagung, kentang, sagu, atau lainnya.

Gimana, tertarik mencoba? Jadi JANGAN MAKAN  NASI!!...sehariii aja dalam seminggu.


Sumber Artikel :
1.    Pangan Nusantara Dan Kearifan Lokal – Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Indonesia
2.    www.tempo.co
4.    pusatmedis.com
5.    Sajian Non Beras – Buklet Majalah Kartini



0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright © arie widayanti Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger