Sabtu, 15 Desember 2012

Memasak itu... sesuatu banget

Ngomong-ngomong tentang memasak, banyak teman-temanku yang mengernyit heran. Jarang yang percaya kalo aku ini termasuk ibu rumah tangga yang baik dan benar, yang tiap hari memasak. Mereka pikir, aku yang kerjaannya wara wiri dan susah dicari di rumah ini tidak pernah berurusan dengan dapur. Hmm..pendapat yang bisa dimaklumi. Secara.. hari gini kan banyak ibu-ibu yang mengandalkan urusan ini pada  asisten rumah tangga, jasa rantangan, atau warung dan rumah makan yang bertebaran di mana-mana. 
Efan, anakku yang sulung pun dulu pernah nanya,"Ngapain sih ibu mesti masak? Kayak mamanya temen-temen gitu lo. Duduk nonton TV aja, yang masak embaknya". Kurang jelas apa sebabnya dia nanya ini. Karena pusing lihat ibunya yang gak pernah bisa duduk manis, atau lagi ganjen pengen ditemenin nonton TV.
Kenapa ibu mesti masak?... I'll tell you my dear...
Honestly...from the bottom of my heart...ibumu ini gak seberapa suka masuk dapur. Hehe..entahlah...kurang suka aja dengan bau bawang dan asap masakan. Berasa nempel di badan dan rambut. Dan musti mandi plus keramas setelah masak.
Tapi...for some reasons..ibu harus buang jauh-jauh rasa tidak suka itu. Karena ibu sangat menyayangi ayah dan anak-anak ibu. Apa hubungannya?
Gini, kalo ibu yang masak:

  • Ibu pasti akan pilih bahan-bahan yang baik dan segar. Yang paling penting harus HALAL. Ibu akan pelototin kemasan mentega, saus, pengembang kue, terigu, kaldu, sampai sosis dengan cermat. Apalagi yang import. Jangan-jangan mengandung ingredient hewani . Produk daging sapi, ayam, dan kambing lokal pun mesti hati-hati juga. Karena tidak semuanya disembelih dengan baik. Ingat, yang dilarang buat muslim bukan cuma babi. Binatang yang disembelih tanpa menyebut nama Allah juga termasuk (ini yang orang sering lupa).
  • Untuk proses memasak...kebersihan harus dijaga. Trus kandungan gizinya jangan sampai hilang. Pastinya ibu tidak akan menambahkan bahan-bahan yang berbahaya buat kesehatan.
  • Komposisi menu..ibu berusaha atur biar  bisa maksimal dan seimbang. Biar kebutuhan karbo, protein, lemak, vitamin, dkk terpenuhi. Juga mesti ngakalin gimana caranya meminimalisir minyak dan santan (ini penting banget buat ayah yang kolesterolnya tinggi). O ya, sebenernya masalah menu ini yang paling bikin ibu pusing tujuh keliling. Cari 1 masakan yang semuanya doyan..susah banget. Soalnya, selera kita berlima tidak sama. 
  • Satu lagi yang penting, ibu biasa tambahkan untaian do'a pada masakan ibu. Yang paling sering, adalah do'a agar makanan yang ibu masak bisa jadi sumber kekuatan dan kesehatan..untuk melakukan segala sesuatu yang mendekatkan diri pada Allah. Do'a agar siapapun yang menikmatinya akan selalu dalam penjagaan Allah.
Itulah alasan mengapa ibu memasak. Kalo keseringan beli, kok perasaan ibu ini dzolim sama keluarga. Karena ibu tidak tahu apa saja yang ada dalam makanan itu, terus prosesnya bagaimana.
Ibu tahu buat lidah anak-anak, emang lebih nendang makan mie instan, bakso, dkk ketimbang masakan rumah yang minus MSG. Tapi, atas nama kesehatan..maafkan kalo ibu jadi pelit. Makan di luarnya hari Minggu aja ya.. Karena pada hari itu, dapur kita tutup. Sama kayak kantor lainnya.
Buat teman-teman sejawat (ibu rumah tangga maksudnya), aku pernah baca di sebuah majalah (lupa apa namanya). Intinya begini,"saat kita menjadi dewasa dan keluar dari rumah ortu. salah satu hal yang sering kita rindukan dan membuat kita ingin pulang adalah masakan ibu. So, masakan kita yang mana...yang kelak akan dirindukan anak-anak kita".
Waduh...jadi mikir...

Gresik,15/12/12

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright © arie widayanti Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger