Rabu, 12 Desember 2012

Perbedaan Pria dan Wanita

Tempo hari, aku menjenguk seorang tetangga yang sedang sakit bersama beberapa ibu di lingkungan rumah. Seperti biasa, obrolan kami mengalir. Dari mulai menanyakan kabar tentang sakitnya..sampai berkomentar tentang rumah si sakit yang terlihat berantakan. Tidak serapi biasanya. Tercetus kalimat, "Ya gini ini kalo perempuan sakit. Pasti rumah gak keurus. Laki-laki mah cuek aja". Topik pun berkembang semakin panas.
Sampai akhirnya aku bercerita tentang perbedaan karakter antara pria dan perempuan.
Aku bilang kalo :

  • Pria dan perempuan itu memang diciptakan beda sesuai fungsi yang mesti diemban masing-masing.
  • Pria hanya bisa fokus pada satu hal, sementara kita dalam satu waktu bisa masak sambil ngobrol di ponsel..masih sambil ngintip acara TV. Ini yang bikin kita gondok kalo suami gak merespon omongan kita pas dia lagi asyik baca koran. Kesannya dia tuh nyepelein banget..padahal memang sebenernya dia tidak mendengar.
  • Pria sering ketangkap basah sedang memandang perempuan lain. Taukah anda..itu karena sudut pandang pria sangat sempit. Ketika memandang , kepala mereka memang harus mengikuti obyeknya. Beda dengan kita. Jangkauan pandangan kita sampai 180 derajad. Dan sebenarnya.. frekwensi perempuan memandang pria, sama saja dengan pria yang memandang perempuan. Hayo ngakuu..
  • Perempuan jarang berterus terang. Dengan kata-kata kiasan, berharap pria tahu apa yang diinginkannya. Padahal pria bukanlah seorang paranormal. Mereka tidak suka menebak-nebak. Mereka hanya menangkap informasi berdasarkan kalimat yang diucapkan, bukan pesan tersembunyi di dalamnya.
  • Perempuan menyelesaikan masalah, emosi, dan rasa lelah dengan bicara. Sekedar curhat..solusi tidak penting. Sedang buat pria , berbicara adalah sarana untuk aktualisasi dan mencari solusi. Hasilnya, ketika seorang istri mengeluh capek tentang pekerjaan rumah yang tak ada habisnya, biasanya suami akan berkomentar,"ya udah, kalo capek istirahat dulu aja". Dan, sang istri akan semakin cemberut. Tahukah para pria, bahwa sebenarnya yang dibutuhkan perempuan hanyalah empati bukan solusi. Pelukan lembut diiringi ucapan, "capek ya?.." akan lebih manjur bagi perempuan.
  • Otak pria seperti wafel. Terkotak-kotak. Jadi kalo sedang ngomongin tentang mobil misalnya, mereka akan fokus di topik itu. Kalo perempuan...dari topik awal tentang anak, bisa loncat ke mode busana, ke gosip artis. Panjang...(teman-temanku di grup FB Finery pasti setuju dengan teori ini).
Bla..bla..bla, obrolan kami semakin seru. Sampai akhirnya semua terdiam..."Adzan Maghrib!!!  bubaaarr...". 
Diiringi celetukan,"Topiknya dilanjutin di arisan ya..", kami pun pulang ke rumah masing-masing.
Besoknya, tetanggaku telpon," Teorinya bener lo. Sudah aku buktikan".
Hehehe.. sebenernya masih banyak perbedaan karakter antara pria dan perempuan. Perbedaan inilah yang sering banget jadi sumber masalah, terutama dalam rumah tangga. Aku berharap, setelah mendengar ocehanku, semoga tetangga-tetangga jadi maklum. Bahwa ketika suaminya tidak merespon sesuatu seperti yang diharapkannya, bukan berarti suaminya tidak cinta lagi. Tapi semata-mata karena sudut pandang  dan karakter yang berbeda. So, tidak ada lagi kamus gondok, sakit hati, perasaan dicuekin, dkk.
Oh...betapa damainya...



0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright © arie widayanti Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger